Tingkatkan Literasi Pajak Siswa SMKN 2 Semarang Melalui Program Guru Tamu

Rabu, 21 Januri 2026 – Tim dosen Program Studi Akuntansi Perpajakan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Guru Tamu dengan tema “Peningkatan Literasi Siswa SMK terkait Pajak Penghasilan dan Rekonsiliasi Fiskal”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Semarang sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan perpajakan siswa sejak dini.

Kegiatan pengabdian ini didanai melalui Dana DIPA Sekolah Vokasi UNDIP Tahun 2026. Diketuai oleh Ika Pratiwi, S.E., M.Ak., dengan anggota tim Fairuz Lerian Puspita Hapsari, M.Ak., Dian Kusuma Wardhani, S.A., M.A., Hetika, S.Pd., M.Si., serta melibatkan mahasiswa Fathan Darojata Firdausa Ahmad.

Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara yang berperan penting dalam pembiayaan pembangunan nasional. Namun, literasi perpajakan di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya terkait Pajak Penghasilan (PPh) dan rekonsiliasi fiskal, masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini menjadi perhatian mengingat lulusan SMK akan segera memasuki dunia kerja maupun berwirausaha yang memerlukan pemahaman administrasi perpajakan.

Melalui program guru tamu, tim dosen menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dan kontekstual dengan memadukan materi teori, studi kasus, simulasi perhitungan Pajak Penghasilan, serta latihan penyusunan rekonsiliasi fiskal. Kegiatan ini diikuti oleh 66 siswa SMKN 2 Semarang dari program keahlian yang berkaitan dengan akuntansi dan perpajakan.

Ketua tim pengabdian, Ika Pratiwi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik yang diterapkan di dunia kerja. “Pemahaman mengenai Pajak Penghasilan dan rekonsiliasi fiskal merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh lulusan SMK, khususnya pada bidang akuntansi dan keuangan. Melalui program ini, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Selain pelatihan, tim pengabdian juga menyusun modul pembelajaran Pajak Penghasilan dan rekonsiliasi fiskal berbasis studi kasus sederhana yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru dan siswa. Modul tersebut dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, jasa, dan UMKM yang berkembang di wilayah Semarang.

Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang sangat baik. Berdasarkan observasi selama pelatihan, tingkat partisipasi aktif siswa dalam diskusi mencapai 87 persen, kemampuan mengikuti demonstrasi mencapai 91 persen, dan kemandirian saat praktik mencapai 84 persen. Sementara itu, hasil angket kepuasan peserta menunjukkan penilaian sangat baik terhadap kejelasan materi, kemudahan praktik, penguasaan narasumber, serta relevansi materi dengan kebutuhan dunia kerja.

Para peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai perpajakan dan semakin memahami pentingnya pajak dalam kehidupan ekonomi. Kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin menuntut kompetensi administrasi keuangan dan perpajakan.

Pihak SMKN 2 Semarang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan fasilitas pembelajaran, pendampingan guru, serta koordinasi peserta. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Sekolah Vokasi UNDIP tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Ke depan, program serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah vokasi sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki literasi perpajakan yang baik, kompetensi profesional yang kuat, serta kesiapan memasuki dunia kerja dan kewirausahaan secara legal dan berkelanjutan.