Semarang – Berangkat dari fakta bahwa pengguna internet di kalangan pelajar dan mahasiswa sangat tinggi, mencapai 95,92 persen dengan kontribusi sebesar 7,18 persen dari total pengguna internet nasional. Meskipun demikian, penggunaan internet tidak selalu memberikan dampak positif. Internet dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti kecanduan media sosial, permainan daring, hingga maraknya judi online yang dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas pelajar. Padahal, internet memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas jaringan, memperoleh informasi pendidikan, lowongan pekerjaan, beasiswa, serta mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Tim Pengabdian dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip), khususnya Program Studi Akuntansi Perpajakan, menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Edukasi Literasi Keuangan Digital serta Investasi melalui Penggunaan Aplikasi Sekuritas di SMA N 1 Mranggen”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap rendahnya pemanfaatan internet secara produktif di kalangan pelajar.
Sebagai institusi pendidikan, SMA N 1 Mranggen memiliki peran penting dalam membekali siswa dengan keterampilan yang relevan untuk kehidupan dan dunia kerja. Namun demikian, pembelajaran terkait pengelolaan keuangan dan investasi masih memerlukan penguatan. Oleh karena itu, kegiatan edukasi ini hadir untuk memberikan pemahaman praktis mengenai literasi keuangan dan investasi melalui pemanfaatan aplikasi sekuritas.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua tim pengabdian Lilik Rohmawati SE., M.Sc mengungkapkan bahwa “Pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, perencanaan finansial, serta pengenalan investasi yang aman dan legal. Siswa juga dikenalkan pada pemanfaatan internet secara bijak sebagai sarana memperoleh informasi keuangan, memahami tren investasi, serta mendukung pengambilan keputusan finansial yang tepat”.
Selain itu, siswa diberikan edukasi mengenai risiko investasi ilegal dan skema penipuan berkedok investasi yang kerap menyasar generasi muda. Melalui pemahaman mengenai aplikasi sekuritas dan investasi yang diawasi secara resmi, diharapkan siswa mampu lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan finansial di era digital.
Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan minat siswa terhadap dunia keuangan dan pasar modal. Dengan memahami dasar-dasar investasi sejak dini, siswa diharapkan dapat mulai membangun kesadaran sebagai investor muda maupun mempertimbangkan profesi di bidang keuangan seperti analis keuangan, manajer investasi, dan perencana keuangan.
Tim pengabdian berharap edukasi literasi keuangan digital ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa SMA N 1 Mranggen, sehingga penggunaan internet tidak hanya berfokus pada hiburan semata, tetapi juga mampu menjadi sarana pembelajaran dan peningkatan kesejahteraan finansial di masa depan.